Anak ini bernama Muhammad Nurdin, umur 15 tahun, kelas II SMP. Ia anak pertama dari 5 bersaudara. Nurdin tinggal bersama kedua orang tua, nenek, dan adiknya di sepetak ruangan berukuran 4 x 8 meter, tepat di kolong sebuah rumah panggung. Biaya sewa rumah kolong yang mereka tempati sebesar Rp. 120.000,-/ bulan

Ayah Nurdin (Pak Rozali) berprofesi sebagai tukang becak, dengan penghasilan berkisar Rp 25 – 30.000,- per hari. Sedangkan Ibu Nurdin (Nyonya Hartati) bekerja sebagai pencuci pakain dan tukang masak di rumah tetangga yang dibayar Rp. 100.000,- / bulan. Silahkan dibayangkan sendiri bagaimana keluarga ini “melangsungkan kehidupan sehari-hari.

Bulan Juli 2009, kami melihat dagu Nurdin bernanah busuk. Kata ibunya, itu disebabkan karena bisul. Kami tanyakan apakah sudah diperiksakan ke Puskesmas; dan jawabannya adalah “Sudah, Pak!”.

Perlu diketahui, sejak Januari 2009 Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan mencanangkan berobat gratis dan sekolah gratis. Kami berharap bahwa Nurdin akan mendapatkan perawatan yang dibutuhkan. Lagi pula rumah Nurdin di kawasan Kelurahan 32 Ilir; berjarak kurang dari 4 km dari pusat pemerintahan Kota Palembang.

Apa yang terjadi kemudian?

Awal Februari 2010, kami lihat dagu Nurdin masih seperti semula. Ini mungkin disebabkan tidak diperhatikannya pengobatan oleh kedua orang tuanya; atau memang kualitas pengobatan gratis “yahhhhh … begitu adanya?”

Ujung-ujungnya, kami segera bawa Nurdin ke sebuah rumah sakit swasta untuk mendapatkan perawatan terbaik. Usut punya usut, dagu Nurdin yang bernanah itu disebabkan oleh gigi berlubang, menjalar jadi infeksi, menembus tulang rahang, sampai akhirnya menjebol kulit dagu.

Atas kebaikan banyak pihak, kondisi Nurdin kini membaik. Ia telah menjalani operasi gigi dan pengobatan lainnya. Alhamdulillah. Kini kita berkonsentrasi pada perawatan Jesika Ayu (5 tahun), adik keempat Nurdin, yang menderita TBC (kata dokter – sudah tergolong kronis dan membutuhkan pengobatan rutin selama enam bulan). Sangat mungkin penyakit muncul dari gizi buruk keluarga ini dan pengaruh rumah kolong yang pengap (maaf … maaf … baunya mirip kandang ayam).

Sahabat terkasih, apakah Anda tergerak untuk ikut ambil bagian meringankan beban keluarga ini? Perlu Anda tahu juga bahwa keluarga-keluarga mirip Nurdin, bukan hanya satu dua.

Call us … 07117080890. Kantor Pusat Yayasan Bina Vitalis Palembang.

Copyright © 2013 Bina Vitalis. All Rights Reserved.