Meluaskan Rezeki

Sebagai manusia yang percaya Tuhan, tentunya kita juga percaya bahwa setiap manusia telah ditetapkan kadar rezekinya. Rezeki yang diberikan Tuhan diberikan melalui cara dan media yang sangat beragam, mulai dari rezeki berupa nikmat hidup, menghirup udara bersih, merasakan indahnya pemandangan, nikmat perlindungan orang tua, kebutuhan tempat tinggal dan kebutuhan lain.

Terkadang kita lupa Tuhan menyediakan rezeki yang berlimpah, hanya saja kita perlu tahu dimana dan bagaimana cara membuka pintu rezeki tersebut.

Beberapa pintu rezeki yang mungkin kita lupakan di antaranya:

1. Bersyukur

Ya,…. bersyukur adalah pintu rezeki yang mungkin mudah dilupakan. Bersyukur itu mudah, namun sebagai manusia terkadang kita lupa menyadari untuk bersyukur. Kita sering terbawa angan atau keinginan memiliki lebih dari yang sudah dimiliki sekarang. Sudah punya mainan pistol-pistolan masih ingin punya mobil-mobilan, sudah punya mobil-mobilan masih ingin sepeda, sudah punya sepeda masih ingin mobil yang pake remot, dan seterusnya.

Manusia memang memiliki hasrat seperti ini, yaitu keinginan mencapai tingkat yang lebih tinggi dari yang sudah dimiliki sekarang. Hal ini memang bagus namun terkadang kita lupa menyadari bahwa harta yang sudah dimiliki sekarang adalah berkah yang harus disukuri. Syukur atas apa yang dimiliki dan tidak mengeluh atas yang belum dimiliki akan membawa hidup yang lebih baik. Syukur mendatangkan ikhlas, ikhlas menimbulkan hati yang tenang, hati yang tenang dapat mencerahkan pikiran, pikiran yang cerah dapat membantu kita menemukan peluang rezeki

Selain itu, Tuhan sangat senang pada hamba-Nya yang pandai bersyukur, jika bersyukur maka yakinlah Tuhan akan menambahkan nikmat rezeki tersebut. Hal ini wajar, karena rasa nikmat itu letaknya ada di hati, jika kita sudah bersyukur maka smua yang kita miliki tentunya akan terasa lebih nikmat bukan?

2. Berbakti pada orang tua (terutama Ibu)

Pintu rezeki lain yang tidak boleh dilupakan adalah menghormati orangtua. Orang tua kita sangatlah berjasa dalam kehidupan kita. Merekalah yang mendidik kita mengenal hidup, mencukupi kebutuhan sedari kecil dengan rasa sayang. Niatkanlah selalu untuk membahagiakan orang tua (terutama Ibu), Insyaallah rezeki akan bertambah. Doa dari orang tua memiliki kekuatan yang dahsyat, restu dari orang tua memberikan perlindungan tersendiri bagi kita. Jangan sampai kita seperti kisah “Malin Kundang yang durhaka. Setidaknya kita bisa mengambil hikmah cerita bahwa janganlah durhaka pada orang tua. Salah satu doa yang dikabulkan Tuhan adalah doa Ibu pada anaknya”

Jadi, jika ingin menambah rezeki, maka berbaktilah pada orang tua

3. Bermanfaat bagi orang lain

Setiap manusia adalah perantara rezeki bagi manusia lain. Kita adalah pemberi rezeki pada sekeliling kita, maka usahakanlah mengikuti fitrah ini. Sebagai manusia, adalah kebanggan jika bisa memberi kebaikan pada orang lain. Rezeki tidak akan berkurang jika kita berbuat baik bahkan malah bertambah.

Konsep bermanfaat bagi orang lain bisa beragam, kita bisa melakukannya mulai dari yang kecil-kecil, missal: menyingkirkan paku di jalan, memungut sampah yang berserakan di tempat umum, memberi sedekah, membantu orang lain dengan cara tersenyum atau bersikap ramah. Semua manusia mempunyai kemampuan melakukan hal ini. Lalu jika kita bisa melakukannya, kenapa tidak lakukan?

(mau dapat pahala tidak??? )

Berkaitan hal ini, saya teringat cerita seorang ibu kos, seorang pedagang warung yang dikenal sangat baik. Ibu Kos ini sering memberikan makan pada anak kos yang lagi kehabisan uang bulanan. Tanpa menuntut banyak, Ibu Kos ikhlas membantu anak kos yang merantau menimba ilmu. Beberapa tahun kemudian, Ibu Kos tersebut terlibat perkara sengketa tanah. Ibu Kos ini katakanlah ditipu orang lain yang mengakibatkan harta tanahnya menjadi sengketa.

Namun syukurlah masalah sengketa tanah terselesaikan oleh bantuan seorang Pengacara. Bisakah ditebak bagaimana ibu ini sanggup membayar seorang pengacara yang bayarannya mahal?? Ternyata, anak kos yang bertahun-tahun lalu yang tadinya mendapat bantuan makanan dari ibu kos, kini telah menjadi pengacara handal. Dengan sepenuh hati orang yang dulunya perantuan susah ini membantu Ibu Kos sehingga masalah sengketa tanah tersebut terselesaikan.

Di dunia ini, kita harus percaya bahwa terjadi hukum timbal balik atas apa yang kita lakukan. Jika kita berbuat baik, maka percayalah kebaikanlah yang akan kita dapatkan. Jika kita berbuat jahat, maka suatu saat kita akan merasakan dampaknya.

Namun, jika suatu waktu kita menerima perbuatan zolim orang lain pada kita, maka balaslah dengan berbuat baik. Tuhan yang Maha Adil akan mengganti kepedihan kita dengan sesuatu yang lebih baik. Yakinilah bahwa rezeki kita akan bertambah. Tuhan tidak mungkin berbuat zolim pada mahluk ciptaan-Nya. Ketika kamu merasa teraniaya oleh orang lain, cobalah untuk mengiklaskanya. tidak lama setelah itu, rezeki Anda akan bertambah. Saya sendiri pernah mengalaminya.

Copyright © 2013 Bina Vitalis. All Rights Reserved.