Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (FPM) merupakan profesi penting dalam proses pembangunan dan pengembangan peran masyarakat dalam pembangunan.

Karena begitu pentingnya mereka, maka orang-orang yang bekerja di sektor ini seharusnya adalah orang-orang yang profesional dalam arti memiliki kapasitas yang memadai untuk mendampingi dan bekerja bersama masyarakat.

Untuk itu, kini telah terbentuk  Lembaga Serifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (LSP-FPM) yang berfungsi/berwenang untuk memberikan sertifikasi bagi para pelaku pemberdayaan masyarakat melalui proses uji kompetensi.

Setelah melalui proses pelatihan yang dilanjutkan dengan verifikasi oleh LSP-FPM Jakarta sesuai ketentuan Badan Nasional Serifikasi Profesi, TUK-FPM Bina Vitalis kini resmi menjadi TUK-FPM pertama di luar pulau Jawa, dengan SK Direktur Eksekutif LSP FPM Nomor : 02/SERT/11/2012

Visi

  • Menjadi TUK yang profesional dan berdaya saing yang tinggi dalam menjawab kebutuhan sertifikasi profesi.

Misi

  • Mengembangkan TUK dengan fasilitas yang lengkap dan prima
  • Mengembangkan jaringan kerja sama dengan stakholder
  • Meningkatkan profesionalitas tenaga pengelola TUK 

Acuan Normatif

  • Undang-Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
  • Pedoman BNSP 201, 202 dan 206
  • Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) untuk Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat
  • SK Kemenakertrans 81/2012 1)
  • SK Pengurus Yayasan Bina Vitalis tentang pembentukan TUK Bina Vitalis

Ruang lingkup

Ruang lingkup pelayanan dari TUK-FPM BINA VITALIS adalah:

 

Penyiapan atau perencanaan dan dukungan penyelenggaraan fasilitasi Uji Kompetensi, Sertifikasi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (SKKNI-FPM) SK Kemenakertrans No. 81 Tahun 2012 yang meliputi  18 kompetensi FPM sbb:

  • Unit Kompetensi Umum
  • Membangun Relasi Sosial
  • Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumber Daya yang ada di masyarakat
  • Mengembangkan kesadaran masyarakat untuk berubah yang lebih baik
  • Mengembangkan Kapasitas sebagai Fasilitator
  • Meningkatkan aksesbilitas antar pemangku kepentingan
  • Membangun Visi dan kepemimpinan masyarakat
  • Unit Kompetensi Inti
  •  Membangun jejaring dan kemitraan
  • Membangun Solidaritas Sosial
  • Mengembangkan Kapasitas kelembagaan masyarakat dan pemerintah lokal
  • Memperkuat posisi tawar masyarakat
  • Merancang Perubahan Kehidupan Masyarakat
  • Mengelola Pembelajaran dalam masyarakat
  • Menyiapkan kader pemberdayaan masyarakat
  • Mengembangkan kemandirian masyarakat
  • Mengelola konflik dalam masyarakat
  • Mengembangkan sistem kontrol dalam masyarakat
  • Unit Kompetensi Khusus (Pilihan)
  • Mengembangkan inovasi Pemberdayaan Masyarakat
  • Memfasilitasi penerapan inovasi Pemberdayaan masyarakat di Bidang/Sektor Kegiatan tertentu

Copyright © 2013 Bina Vitalis. All Rights Reserved.